Selasa, 09 Juli 2013

KHITANAN MASSAL DAN TABLIGH AKBAR


Pemuda Muhammadiyah Srumbung kab magelang belum lama ini ,30 Juni 2013 bersatu padu dengan semua elemen Muhammadiyah se Cab Srumbung melaksanakan 3 macam kegiatan yang bersamaan dan Akbar :

Bertempat di SMP Muh Srumbung.PCPM mengadakan Khitanan massal.Khitanan massal ini tergolong sukses dan tepat guna dan  sasaran, Pelaksanaan yang langsung dipandu oleh Mas Nur Fuady ini berhasil Mengantar anak anak harapan orang tua untuk melaksanakan sunah nabi yaitu hitan,berhasil menghimpun peserta sejumlah 40 anak berjalan mulus dan lancar.di mulai pukul 7.40 diawali dengan do’a oleh PCM srumbung,di teruskan dengan pawai anak yang dikhitan dengan kereta motor “ odong – odong “ .Pelaksanaan khitan ini  bekerja sama dengan pak wawan cs Tenaga medis dari RSU Muntilan.
            30 menit kemudian Di sebelah baratnya,di bawah kendali Ustadz Heri Sunaryo, di PAY Muh Umar bin Khotob, Semua AUM Muhammadiyah Srumbung memadati  halaman PAY. Siswa,Guru,Orang Tua siswa,Warga Muhammadiyah kec srumbung menghadiri Pentas seni Siswa siswi AUM.SMP Muh Menampilkan Hadroh dan Paduan suara,MTS Muh Menampilkan ksesnian anglung. Terlihat semarak, terlebih ketika  Bpk Ibu Guru masiang – masing AUM memberikan Bingkisan hadiah kepada siswa – siswi nya yang berprestasi.
            Dirangkai dan ditutup dengan Pengajian Akbar Oleh al Ustadz Muhammad Ihwan Ahada,S.Ag.MA direktur Mualimin Jogjakarta.Tema yang di angkat adalah “ Bermuhammadiyah adalah Berislam berdakwah dan berorganisasi. Di hadiri seribu lebih warga muhammadiyah srumbung kegiatan ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah Cab Srumbung sangatlah Solid dan teguh dalam Ukhuwahnya.selamat dan sukses selalu ……”. (Al Amin, S. Pd. I)

Senin, 18 Maret 2013

BIARLAH



⇉ Biarlah dia tidak TAMPAN asal BERIMAN.
⇉ Biarlah dia tidak CANTIK asal ia orang BAIK.
⇉ Biarlah dia tidak KAYA asal punya hati MULIA.
⇉ Biarlah dia bukan orang PINTAR asal tidak KASAR.
⇉ Biarlah dia tidak KREATIF asal punya hati POSITIF.

→ Orang TAMPAN belum tentu dia BERIMAN.
→ Orang CANTIK belum tentu dia BAIK.
→ Orang KAYA belum tentu dia MULIA.
→ Orang PINTAR belum tentu dia tidak KASAR.
→ Orang KREATIF belum tentu dia punya hati yang POSITIF.

MUTIARA HIKMAH



• Butuh Batu Kerikil supaya kita berHati-Hati
• Butuh Semak Berduri supaya kita Waspada
• Butuh Persimpangan supaya kita Bijaksana dalam memilih
• Butuh Petunjuk Jalan supaya kita punya Harapan tentang arah masa depan.

» Hidup butuh Masalah supaya kita tahu kita punya Kekuatan
» Butuh Pengorbanan supaya kita tahu cara Bekerja Keras
» Butuh Airmata supaya kita tahu meRendahkan Hati
» Butuh diCela supaya kita tahu bagaimana Cara Menghargai
» Butuh Tertawa supaya kita tahu Mengucap Syukur
» Butuh Senyum supaya kita tahu kita Punya Cinta
» Butuh Orang Lain supaya kita tahu kita Tak Sendiri

Rabu, 05 Desember 2012

AKSI PCPM PEDULI BENCANA

Bencana angin puting beliung melanda Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Sabtu sore mengakibatkan belasan rumah rusak. 
Kepala Desa pakunden, kecamatan Ngluwar, Sujadi, mengatakan, sedikitnya 17 rumah rusak sedang dan satu rumah lainya roboh rata dengan tanah.
"Rumah roboh tersebut karena tertimpa pohon yang tumbang akibat angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Ngluwar," katanya.
Ia menuturkan, rumah yang rusak tersebar di beberapa wilayah, antara lain Dusun Jetis, Pakunden, dan Kajoran, sedangkan rumah yang rusak total ada di Dusun Guling, Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar, milik bapak Abi dan Ibu Septa yang juga sebagai guru pada amal usaha muhammadiyah yaitu di MI Muhammadiyah Mranggen Srumbung.
Selain merusak rumah, katanya, angin kencang juga menimpa satu mushala serta satu bangunan SMP N 1 Ngluwar.
Kepala Desa Pakunden juga menjelaskan, kejadian angin kencang yangg melanda wilayahnya itu, terjadi sekitar pukul 15.30, bersamaan hujan lebat tiba-tiba angin kencang dan berputar-putar melanda wilayahnya, dan merobohkan sejumlah pohon, dan menimpa sejumlah rumah.
Ratusan relawan, anggota SAR Kabupaten Magelang , bersama masyarakat, untuk membantu warga mengevakuasi baran-barang yang bisa diselamatkan. 



Alhamdulillah Pimpinan Pemuda Muhammadiyah cabang srumbung telah berpartisipasi dalam penanganan bencana tersebut dengan penggalangan dana dari anggota dan simpatisan. Saweran spontan tersebut alhamdulillah terkumpul sejumlah 1.000.000,- (satu juta rupiah). kemudian dana tersebut kami serahkan pada Bapak Abi dan Ibu septa yang rumahnya roboh total tertimpa pohon bulu yang berusia lebih dari 60 tahun.

MILAD AKBAR MUHAMMADIYAH DI GBK


Pimpinan Cabang Muhammadiyah Srumbung Mengirimkan Kafilah 1 Bis untuk ikut memeriahkan Milad seabad muhammadiyah di gelora bung karno Ahad  (18/11).

Di bawah guyuran hujan deras, warga Muhammadiyah menggelar Peringatan Milad Akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad  (18/11). Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin menjelaskan, ini merupakan peringatan Milad atau ulang tahun ke 100 tahun Masehi dan 103 tahun Hijriyah. Sejumlah tokoh politik hadir dalam peringatan ini.
Mereka yang hadir lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Joko Widodo, mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Ketua Fraksi PKS Hidayat Nurwahid, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, dan mantan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.
Hujan deras mengguyur Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB, termasuk di GBK. Namun dalam perhelatan Milad Muhammadiyah ini, tidak satu pun warga Muhammadiyah yang meninggalkan kursinya. Din yang melihat antusiasme dari puluhan ribu warga Muhammadiyah juga tidak ingin kalah. Dirinya yang menumpangi mobil Alphard hitam berdiri di atas sun roof mobilnya dengan basah kuyup sambil melambai ke seluruh warga Muhammadiyah.

Ketua PP Muhammadiyah ini sempat melakukan teleconference dengan warga Muhammadiyah di Malang, Jawa Timur, Makassar, Sulawesi Selatan, dan D I Yogyakarta. Pidato Din sempat terhenti dikarenakan microphone yang disediakan panitia mati. Namun, puluhan ribu warga Muhammadiyah tetap menunggu pidato dari Din Syamsuddin. Beberapa tokoh nasional, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Ketua PBNU Hasym Muzadi, juga sempat bermandi hujan saat memberikan testimoni pada acara Milad 100 Muhammadiyah.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya menyatakan Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang banyak memberikan peranan di Indoensia.“Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia saya rasa peran Muhammadiyah sangat berharga terutama peran Muhammadiyah untuk menyentuh masyakarat Indonesia dari segi amal ibadahnya," kata Jusuf Kalla di hadapan 100 ribu orang simpatisan Muhammadiyah yang memenuhi Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
JK memberikan selamat atas peringatan 1 abad organisasi itu. "Wajar jika kita memberikan selamat kepada Muhammadiyah termasuk pada pimpinan Muhammadiyah Din Syamsuddin dan seluruh warga Muhammadiyah," katnaya.
Sementara itu, mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi mengatakan, Muhammadiyah merupakan organisasi yang sangat berguna bagi dunia Islam. Dia pun meminta agar seluruh umat Islam meningkatkan ukuwah Islamiyah yang menurutnya saat ini sedikit menurun."Jayalah Muhammadiyah untuk selama-lamanya," katanya.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan, dalam usia 100 tahun Muhammadiyah terus menyinari negeri ini tanpa henti. Dia meminta agar seluruh anggota dan simpatisan organisasi ini dapat terus menghidupi organisasi tersebut."Mari kita hidupi Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah. Semoga Muhammadiyah tetap berkibar di negeri kita yang tercinta ini," katanya.

Sementara itu parkiran bus-bus berukuran besar terlihat di Jalan Asia Afrika, depan gedung Kemenpora, sampai ke ruas Jalan Gatot Subroto. Bus-bus diparkir sampai tiga lapis di pinggir jalan. Akibatnya kemacetan tak terhindarkan. Masuk ke dalam stadion rupanya warga harus mengantre panjang. Antrean itu tampak di antaranya di gerbang depan sektor 1.

Senin, 24 September 2012

TUHAN dalan pandangan kejawen (JAWA)

Tuhan Dalam Pandangan Ajaran Kejawen

Tuhan adalah Sangkan Paraning Dumadi. 
Ia adalah sang Sangkan sekaligus sang Paran, karena itu juga disebut Sang Hyang Sangkan Paran. 
Ia hanya satu, tanpa kembaran, dalam bahasa Jawa dikatakan Gusti Pangeran iku mung sajuga, tan kinembari . 
Orang Jawa biasa menyebut Gusti Pangeran artinya raja, sama dengan pengertian “Ida Ratu” di Bali. 

Katanya pangeran berasal dari kata pangengeran, yang artinya tempat bernaung atau berlindung”. Sedang wujudnya tak tergambarkan, karena pikiran tak mampu mencapainya dan kata kata tak dapat menerangkannya. Didefinisikan pun tidak mungkin, sebab kata-kata hanyalah produk pikiran hingga tak dapat digunakan untuk menggambarkan kebenarannya. Karena itu orang Jawa menyebutnya tan kena kinaya ngapa ( tak dapat disepertikan). 
Artinya sama dengan sebutan Acintya dalam ajaran Hindu. 
Terhadap Tuhan, manusia hanya bisa memberikan sebutan sehubungan dengan peranannya. Karena itu kepadanya diberikan banyak sebutan, misalnya: Gusti Kang Karya Jagad (Sang Pembuat Jagad), Gusti Kang Gawe Urip (Sang Pembuat Kehidupan), Gusti Kang Murbeng Dumadi(Penentu nasib semua mahluk) , Gusti Kang Maha Agung (Tuhan Yang Maha Besar), dan lain-lain.
Sistem pemberian banyak nama kepada Tuhan sesuai peranannya ini sama seperti dalam ajaran Hindu:
Ekam Sat Viprah Bahuda Vadanti 
Tuhan itu satu tetapi para bijak menyebutnya dengan banyak nama.(RigVeda)
Hubungan Tuhan dengan Ciptaannya.